Sunday, December 30, 2012

Me

Dolly M. N
Today at 05:56 ·
Andai kau tahu begitu sulit mengizinkan kau
masuk dalam hatiku, setahun aku
meyakinkan diriku sendiri bahwa kau laki2
yang tepat, tapi, ada hal lain yang lebih sulit,
membaca dirimu, mengerti kemauanmu,
memahami pemikiranmu, aku masih tak
mengerti dan kau tak memveri pengertian.
Aku bukan mencari laki2 untuk bersenang2
saja, maka aku tahan diriku untuk minta
banyak hal, aku hanya ingin kau bersikap
baik, aku ingin kau jadi masa depanku. Jika
kau tak menginginkanku untuk masa
depanmu, katakanlah agar aku tak bingung
dan paham apa maumu. Aku tau, aku jauh
dari kata idaman dalam benakmu, yang ada
dalam pikiranku hanya wanita baik-baik
untuk laki2 baik, jika kau ingin aku bersikap
baik maka contohkanlah sikap baik padaku.
Jika sikapmu tak baik maka tak baik juga
sikapku. — with Jonathan Nba.

Monday, December 24, 2012

For my loving

Yas, aku tak bisa berkata didepanmu, rasanya mulutku terkunci tapi air mataku tampak seperti ingin menyembur,

Aku sebenarnya tak ingin melarangmu sedikitpun
Tapi tak mengertikah kau akan rasa dihatiku
Gelisah, takut, dan sedih
Aku hanya ingin kau terluka dan terhina

Aku rindu kau peluk
Kau cium dan kau tatap
Semua yang kau lakukan tenangkan diriku
Hangatkan hatiku

Sayang mengertilah aku ingin mendukung sepenuhnya apa maumu, tapi aku tak bisa mengabaikan rasa dalam hatiku

Love u so much

Tuesday, December 11, 2012

Rasa yang Tak Terucap

karena cinta kau lupa akan dirimu,
lupa akan cita mu,
lupa akan sahabatmu

andai saja ada ingatan masa lalu di pikiranmu
kenangan silam di hatimu
harusnya kau bisa belajar bertahan dalam hidupmu

sedih asal kau tau
tak aku pungkiri ada rasa sesal
melihat kau jatuh
walau keras aku berusaha membangunkanmu
tapi kau tak lagi mau bangkit

kecewa bukan hanya kau rasakan
tapi aku, mereka akan kecewa sampai nanti

rasa yg tak terucap, for my bestfriend YA

Wednesday, October 17, 2012

Sadar kah kau

Tau kah kau bagaimana aku memikirkan mu
Berdoa agar kau jadi yg terbaik
Berdoa agar kau diberi kemudahan

Tau kah kau apa yg kusembunyikan
Keadaan hatiku yg resah
Keadaan ragaku yg sakit
Keadaan pikiranku yg kadang tak masuk akal

Tau kah kau apa yg aku tunggu
Kabar dan sapaan manis darimu
Keluh kesah hari harimu
Dan tawa dari hatimu

Sadarkah kau
Akan semuanya yg kukatakan
Semua yg aku tulis
Dan semua pandanganku terhadapmu

Lestarikan pencak silat tradisional

Tak pernahkah kau diam melihatku
Yang perlahan hancur dalam malam
Kau mengajarkan ku berkata cinta
Kau yg membuat aku bersungguh jatuh hati

Kini apa yg terjadi
Aku sendiri tanpa hatiku
Hanya ada rasa kosong
Bertanggung jawablah pada hatiku
Yg tanpa sadar kau simpan sendiri

Tuesday, September 18, 2012

Akhirnya

Setelah 5 tahun kuliah akhirnya saya lulus sidang skripsi dengan nilai sangat baik, walau dalam pengerjaannya banyak kejutan tapi sungguh saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT dan semua pihak yang memberi dukungan kepada saya.

Tuesday, August 7, 2012

Sadar kah kau

Tau kah kau aku memikirkan mu
Berdoa agar kau jadi yg terbaik
Berdoa agar kau diberi kemudahan

Tau kah kau apa yg kusembunyikan
Keadaan hatiku yg resah
Keadaan ragaku yg sakit
Keadaan pikiranku yg kadang tak masuk akal

Tau kah kau apa yg aku tunggu
Kabar dan sapaan manis darimu
Keluh kesah hari harimu
Dan tawa dari hatimu

Sadarkah kau
Akan semuanya yg kukatakan
Semua yg aku tulis
Dan semua pandanganku terhadapmu

Sadarkah kau
Aku hanya melihat kau
Dimana pun hanya kau

Sadarkah kau
Akan harapanku terhadapmu

Lestarikan pencak silat tradisional

Wednesday, June 27, 2012

Hope

Bukan sekedar bersenang2
Aku harapkan senang dimasa depan
Bukan sekedar harapan
Tapi harapan seumur hidup

Kau menjadi pelindungku
Kau menjadi pendengarku
Kau menjadi pembuka wawasanku

Bukan harapan saat ini
Harapan masa datang nanti

Kau jadi halal bagiku
Ayah bagi anakku
Guru bagi anakku
Dan pelita dalam hidupku




Dikirim dari Yahoo! Mail pada Android

Friday, May 18, 2012

Berkelahi Tanpa Menyakiti


Berkelahi Tanpa Menyakiti
Ameng Timbangan,
Menemukan keseimbangan manusia dalam penjara, Raden Anggakusumah mengajarkan pekerti luhur dan menyelaraskan gerak. Hindari kekuatan lawan, alihkan serangan, duduki posisinya. Tapi, jangan sakiti lawan tak berdaya.
Gending Raspuzi mempraktekan aplikasi ameng timbangan dalam mengantisipasi pukulan dengan tetap menyelamatkan lawan.
Wajah Gending Raspuzi mendadak serius. Tatapannya fokus menghadap lawan. Dengan sigap, lelaki yang akrab disapa Kang Gending itu menepis pukulan yang mengarah wajahnya. Sejurus kemudian, praktisi Ameng Timbangan ini menjatuhkan lawan tanpa melukainya.
Selama ini, memang tak banyak yang mengetahui Ameng Timbangan seperti yang dilakukan Kang Gending. Beladiri asli Bandung ini terkesan tertutup dan jauh dari publikasi. Namun beladiri ini oleh penciptanya tidak dipandang sebagai salah satu aliran pencak silat. Hanya, pandangan umum tetap menganggapnya salah satu aliran pencak silat lain.
Muncul pertama kali di Bandung pada 1927, Ameng Timbangan digagas Raden (Rd.) Anggakusumah, putra Rd. Haji Adra’i, penghulu kepala di Sumedang. Menurut Kang Gending, Rd. Anggakusumah sebelumnya tak pernah belajar pencak silat, juga tak menganut aliran pencak silat yang ada. Jadi, Ameng Timbangan benar-benar temuan orisinal Rd. Anggakusumah sendiri.
Menurut sang cucu, Rd. Darajat Anggakusumah, biasa disapa Kang Aom, Ameng Timbangan memang bukan pencak silat. “Karena timbangan itu prinsipnya untuk menyelamatkan diri. Baik diri sendiri maupun lawan. Makanya, dalam timbangan tak ada pukulan maupun tendangan,” ujarnya.
Ameng Timbangan, tutur Kang Gending, dipelajari dalam beberapa tahapan. Awalnya calon murid harus memahami lebih dulu filosofi Timbangan. Biasanya itu dilakukan lewat dialog dalam beberapa pertemuan. “Saya sendiri tujuh kali bertemu hanya mengobrol saja, tidak juga diajari Timbangan,” kata Kang Gending, murid Rd. Muhyidin Angga kusumah (ayah Kang Aom).
Sekilas, obrolan itu tak penting. Namun sebenarnya itu menjadi salah satu ujian bagi calon murid. Ya, filosofi Timbangan yang dikemas dalam obrolan ringan justru erat berhubungan dengan teknik yang dipelajari. Lewat tanya jawab, seorang guru dapat menilai mental dan moral muridnya.
Lebih jauh, menurut filosofi Rd. Anggakusumah, manusia bakal selamat bila memegang teguh prinsip cageur (sehat jasmani), bageur (berkelakuan baik), dan bener (berbuat benar). Ketiga unsur ini dilengkapi kembali oleh Rd. Muhyidin dengan enam pegangan lain, sehingga menjadi sembilan (sangawedi): Ati-ati (hati-hati), taliti (teliti), gumati (sungguh-sungguh), toweksa (cermat), wiwaha (penuh pertimbangan), dan waspada. Setelah melewati tahap pembinaan mental dan spiritual, barulah para murid diberi pelajaran jasmani.
Gending Raspuzi mempraktekan gerakan ameng timbangan.
Menurut Kang Gending, tahap pertama pendekar Timbangan menghadapi lawan adalah bicara dari hati ke hati. Bila kata-kata lemah lembut tidak diterima, dan lawan tetap mengandalkan kekerasan, barulah pendekar Timbangan melawan secara jasmani. Kendati, itu hanya untuk menguasai posisi atau kedudukan sedemikian rupa, sehingga lawan sulit menyerang namun mudah diserang. Ini terus menerus dilakukan atau dikuasai, tapi tidak dimanfaatkan untuk menyakiti lawan. Dengan demikian, di pihak lawan, diharapkan timbul kesadaran bahwa pendekar Timbangan tidak bermaksud buruk.
Untuk merebut kedudukan atau posisi ideal, pendekar Timbangan akan memberi kesempatan lawan untuk menyerang. Arus tenaga tidak ditangkis, karena Ameng Timbangan tak menggunakan teknik tangkisan. Namun serangan itu dibelokkan atau dielakkan agar kedudukan lawan menjadi labil. Dalam kondisi labil, pendekar Timbangan segera melakukan penutupan atau perebutan posisi, sesuai tujuan yang dikehendaki.
Toh, untuk melaksanakan taktik yang seakan-akan sangat sederhana itu tetap dibutuhkan keterampilan pelbagai jenis teknik. Seperti, kepekaan rasa yang memungkinkan pendekar Timbangan mampu menangkap atau mengantisipasi dengan cepat, situasi yang sedang dihadapi. Tak cuma itu, ia juga harus punya kecepatan reaksi. Sebagai seni beladiri tanpa kekerasan, dan dalam sasaran strateginya hanya berusaha menempati atau menguasai posisi, unsur kecepatan sangatlah penting.
Setelah itu, ia harus mampu menghitung dan menetapkan jarak dengan lawan. Dengan penguasaan jarak yang tepat, ia dapat mengantisipasi sekaligus menguasai kemungkinan serangan. Penilaian tepat terhadap jarak akan mampu menghindarkan serangan lawan dan merebut kedudukan secara tepat.
Selanjutnya, ia harus mampu mengendalikan tubuh lawan serta seluruh anggota tubuhnya. Untuk itu, dibutuhkan kepekaan rasa dan gerak cukup tinggi. Teknik menempel dan merapat, khusus digunakan untuk perkelahian jarak dekat. Dengan kemampuan menilai sikap dan posisi jasmani seseorang, kita akan mendapatkan gambaran tentang gerakan yang mungkin dilakukan lawan.
Sementara itu, gerakan menyalurkan tenaga lawan berupa penghindaran atau pengalihan lintasan gerak lawan lewat pembelokan, dilakukan dengan tenaga sekadarnya. Adapun melepas kuncian atau cekikan tidak berbeda dengan teknik aliran pencak silat lain. Prinsipnya, tetap menggunakan tenaga sekadarnya namun dengan efektivitas tinggi. Akhirnya, pendekar Timbangan harus dapat menghindari serangan lawan dan berusaha menyalurkannya ke tempat lain, sampai tenaga lawan terkuras dan posisinya labil.
Untuk tahap ini, pendekar harus menguasai beberapa jenis langkah. Misalnya, langkah lurus (maju mundur), serong (maju mundur), menyamping, dan balik arah. Setiap gerakan harus lambat, lembut, dan santai. Setiap perpindahan berat tubuh harus benar-benar dihayati, agar ditemukan rasa keseimbangan. Sehingga, setiap gerak terkesan tanpa arti, kosong, bersih, dan tanpa niat mencelakakan orang lain. Lawan yang menyerang biasanya akan celaka sendiri akibat perbuatannya. Bahkan, pendekar yang telah menghayati Ameng Timbangan justru akan menyelamatkan lawannya agar tidak terjatuh. Kalau toh jatuh, ia akan segera membangunkannya.
Mempelajari beberapa langkah atau kuda-kuda dalam gerak lambat ini dimaksudkan untuk bersiap menghadapi lawan yang mengerahkan beragam jenis kuda-kuda. Mengombinasi langkah-langkah yang telah dipelajari juga sangat penting, agar dapat bergerak terus tanpa canggung, serta berpindah dari satu posisi ke posisi lain.
Mungkin, karena kekhasan ujaran dan jurus itulah perkembangan Ameng Timbangan tidak sepesat aliran pencak silat lain. Itu memang akibat beratnya pendidikan ruhani atau mental spiritual calon murid. Mereka yang tak punya kesabaran dan motivasi tinggi serta mudah bosan, biasanya akan segera meninggalkan Ameng Timbangan. Tapi bagi yang sabar, akan sering diajak guru untuk berdialog.
Selain itu, jurus-jurus Ameng Timbangan tidak terlihat atraktif dan cenderung membosankan. Latihan mengulang gerakan dalam gerak lambat, umumnya tidak begitu diminati kawula muda. Tapi, justru itulah tantangan yang harus dilalui dengan baik agar hasilnya dapat dirasakan dan dihayati.
Seperti gerakan atau seni beladiri lain yang lahir di masa kolonialisme, keberadaan Ameng Timbangan tak luput dari kecurigaan pihak penjajah Belanda. Berkali-kali Belanda mengutus mata-mata untuk mengawasi kegiatannya. Kebetulan, kegiatan awal Ameng Timbangan berupa pembacaan kitab, tak ubahnya pengajian. Mata-mata itu pun menilainya tidak mengkhawatirkan. Padahal, setelah acara membacaan kitab, mereka mulai melakukan gerakan yang sudah tidak lagi diawasi. Bahkan, mata-mata itu akhirnya membelot dan bergabung untuk mempelajari Ameng Timbangan, karena menurutnya memang bermaksud baik.
Dari segi geraknya, banyak kalangan menilai Ameng Timbangan mirip Taichi, seni beladiri asal China. “Sewaktu belajar Timbangan, saya juga sengaja belajar Taichi. Saya ingin buktikan apakah keduanya saling terkait satu sama lain. Ternyata tidak,” ungkap Kang Gending. Kalau toh prinsipnya sama (mengajarkan keseimbangan), namun dalam Timbangan, keseimbangan yang dibutuhkan bukan cuma fisik, tapi juga mental. Itulah pekerti luhur jasmani ruhani yang diinginkan penggagas Ameng Timbangan.
Menemukan Keseimbangan dalam Penjara
Semasa muda, Rd. Anggakusumah aktif dalam organisasi politik Syarikat Islam, Bandung. Sikap kritisnya terhadap kondisi sosial politik kala itu membuatnya ditangkap aparat Belanda dan dijebloskan ke penjara Banceuy, 1919. Di situ , ia banyak bergaul dan berdiskusi dengan tokoh pergerakan lain.
Hasilnya, tercetus gagasan untuk menyelamatkan manusia dalam kehidupan fana ini. Rd. Anggakusumah menyimpulkan, segala sesuatu di dunia ini selalu berada dalam harmoni atau keseimbangan. Hasil renungannya dibukukan dalam tiga kitab berbahasa Sunda, yang ditulisnya dalam bentuk guguritan (tembang): Gurinda Alam Rohani Majaji (Guaroma), Imam Bener Tetengger Allah (Ibtat), dan Sareat, Tarekat, Hakekat, Makrifat (Satahama). Kitab-kitab itulah yang dianggap awal terciptanya beladiri Timbangan. Bentuk latihannya masih berupa diskusi antartahanan, demi membentuk kepribadian kuat. Pada perenungan berikutnya, ia menjumpai banyak orang lemah menderita akibat ditindas orang kuat, sekalipun korban berada di pihak yang benar.
Sejak itu, Rd. Anggakusumah mulai memikirkan latihan jasmani sebagai bagian sistem beladiri Timbangan. Ia yakin, seperti alam, gerak tubuh manusia selalu dalam keseimbangan. Tak lama, ia dipindahkan ke penjara Sawah lunto, Sumatera Barat. Di sana, ia disatukan dengan para penjahat dan pembunuh. Di tempat itulah hasil renungannya sempat dipraktikkan untuk melumpuhkan narapidana gila yang mengamuk serta menyadarkan jagoan yang iri.
Nama Timbangan diciptakan Rd. Anggakusumah karena sangat sesuai dengan filosofi yang diyakininya. Timbangan merupakan alat ukur untuk menilai sesuatu, serta menimbang salah dan benar. Ajaran dan ujaran dalam tiga kitab itu hanya dapat dipelajari murid Ameng Timbangan, Namun seperti pengajian umumnya kitab itu dibaca bersama.
Rd. Anggakusumah wafat 1979 dan di makamkan di Nyengseret, Bandung.
Winda Destiana

Sunday, May 6, 2012

Resep Pastel


Resep Pastel Goreng Renyah

Bahan kulit :
500 gr tepung terigu protein sedang
1 bt telur
100 gr mentega dicairkan
1 sdt garam
100 mL air

Bahan Isi :
1 buah dada ayam tanpa kulit, dicincang
250 gr udang, kupas kulitnya, iris kecil2
150 gr soun, rendam air sampai lunak, iris2
3 buah wortel, iris dadu kecil2
4 buah telur, rebus, potong jadi 8

Bumbu :
5 buah bawang putih
7 buah bawang merah
1 sdt merica bubuk
garam
penyedap, bila suka
2 sdm kecap manis
1 sdm margarin untuk menumis

Cara Membuat :
Isi : tumis bumbu halus sampai harum, masukkan ayam, dan udang, tumis sampai berubah warna. Masukkan wortel tumis sampai empuk. Bumbui garam dan lada dan kecap. Terakhir masukkan soun, tumis sebentar. Angkat dan dinginkan.

Kulit : Buat lubang ditengah tepung, masukkan telur kocok, garam, dan mentega cair. Aduk sampai bergumpal. Masukkan air, uleni sampai bisa digilas. Diamkan 15 menit.

Penyelesaian :
Ambil adonan kulit gilas dengan gilingan kayu, lalu cetak bulat2 diameter 10cm. Isi dengan 1 sdm adonan isi, beri 1 potong telur rebus, lipat dan pilin pingggirnya sampai rapat.
Goreng dengan minyak banyak dan panas sedang sampai kecoklatan. Disajikan dengan cabai rawit atau saus sambal botolan.

note :
Hasil jadi sekitar 25 buah ukuran sedang
Kulitnya tetap krispi walau dibiarkan dari pagi hingga malam tanpa diplastikin
http://www.yenniscake.com/2011/01/resep-pastel-goreng-renyah-bahan-kulit.html

Saturday, April 28, 2012

Amarahku karena rasa

andai bisa ku menjauh diujung bukit, menyebrangi laut tanpa rasa dan pergi kepulau sebrang,

menghilangkan amarah yang mendekap, membelenggu nafas, mengekang raga dan menyudutkan jiwa

andai amarah tak ada lg dalam
rasaku,
Mungkin tak akan menangis aku dibuatnya
Tak akan perih hatiku, kering jiwaku
Semua sebab adanya amarah karena rasaku

Hate u boy

Wednesday, April 18, 2012

Ketagihan Jajan Online

Zaman maju saat ini banyak membawa manfaat serta membawa banyak kerugian, dengan kemajuan teknologi informasi, semua orang dapat mengakses kabar atau berita lebih cepat daripada beberapa tahun kebelakang, tapi bukan hanya berita positif tapi juga berita negatif.
Dengan kemajuan teknologi informasi pun seseorang yang mempunya produk dagang lebih mudah memasarkan dan dapat mencapai pasar yang lebih luas lagi.

Sejak setahun lalu saya mulai mencoba jajan via online, beli jaket, dompet, buku, dan yang lainnya. Rasanya berbeda dengan beli secara langsung, entah kenapa saya jadi semakin sering jajan online, awal tahun ini saja saya sudah beli 5 buku. Selain jajan online eh saya jadi ikut-ikutan jualan online, jualan buku, sepatu, motor, mobil, hp, tapi sayang tidak berlangsung lama dan lancar.

Saran saya buat yang ketagihan jajan online, liat dulu barang itu kamu perlu atau tidak, uang kamu cukup atau tidak. berpikirlah terlebih dahulu sebelum jajan online. 

Kamu Tahu Bosan itu Seperti Apa?

Bosan itu adalah sebenarnya kau mengerjakan banyak hal tapi hatimu tidaklah senang maupun tidak merasakan mengerjakan sesuatu yang berguna, itulah yang saya lakukan saat ini, menulis tapi bosan, entah kenapa, mungkin karena akhir-akhir ini keadaan diri yang tidak baik. Tidak punya uang, skripsi belum dikerjakan, sedikit yang bisa diajak bicara dan merasa diabaikan sama pacar. huh.

Ya begitulah hidupku, bosan.


Thursday, April 12, 2012

Jadwal seputar THE RAID

Berikut jadwal Komik The Raid
1. Jumat, 13 April 2012 Live di acara 8-11 show
metro tv, jam 9.00
2. Sabtu, 14 April 2012 Launching Komik The
Raid di Blitz Grand Indonesia, jam 15.00-17.00
3. Sabtu, 14 April 2012, Book signing komik The
Raid di Blitz Grand Indonesia, jam 17.30
4. Senin, 16 April 2012, Talkshow behind the
scene film & komik Tha Raid, Aula Barat ITB
13.30-15.30



Dikirim dari Yahoo! Mail pada Android

Sunday, April 8, 2012

Membuncah menggelegar

Semai rasa kan mendapat pilu
Rinduku hendak memberontak
Membuncah ragaku
Menggelegar rohku
Apa salahku
Jika merasa
Lantas harus ku timbun dengan senyum?

Rindu merasuk dan merana
Memaksa tangis menggelegar
Tak bisa menyentuhmu
Membuat muak terhadap keadaan

Apa salahku
Apa salah rasaku
Mengapa hanya pilu yg menusuk
Mengapa hanya tangis yg kudengar
Mengapa dan apa salahku

Angkuhnya kau karena kuinginkan
Lebih dari keangkuhan gunung yg besar
Kau hanya memantek sakit dalam hatiku


Dikirim dari Yahoo! Mail untuk Android

Saturday, March 24, 2012

NONTON BARENG THE RAID WITH PERANTAU

Kemarin, tanggal 23 Maret 2012, tanggal yang ditunggu-tunggu banyak orang pastinya yaitu tanggal tayang perdananya film action THE RAID yang serempak di Indonesia, Amerika, Kanada, Australia. Saya rasa tak usah dijelaskan lagi apa THE RAID itu, sekarang mungkin sudah banyak orang yang tau.

Kali ini nonton bareng perantau, ini pertama kalinya padahal saya sudah kenal cukup lama, dari proses syuting merantau. Senang rasanya  bisa kumpul dang MENGGILA dengan mereka, INI BARU ASIK.

Kalo filmnya saya gak usah komentar banyak deh, sudah pasti bagus dan pengen nonton, ceritanya sederhana, penuh nilai kehidupan (tentang keimanan, cinta keluarga, tanggung jawab dan kesetia kawanan), aksinya komplit khas silat yang berani main jarak dekat, pengambilan gambarnya oke, saya belum melihat cacatnya.

Kali ini saya akan mencoba membahas tentang wawancara mereka di beberapa stasiun televisi, sejauh yang saya tangkap, secara tak sadar sebenarnya Iko dan Yayan malah mengangkat nama silat bukan filmnya, mereka berdua ingin mengenalkan lebih dalam tentang silat, dimulai dengan filosofi atau ajaran dalam silat yaitu silat untuk kebaikan (ada juga di merantau), teknik-teknik yang komplit unsurnya beladiri-olahraga( (kedua unsur ini jelas terlihat difilm merantau dan the raid)-seni(di metro tv pernah ada pertanyaan, kenapa setiap sebelum dan sesudah gerakannya seperti tari, iko menjawab, ya memang silat seperti itu gayanya karena ada unsur seni)-mental spiritual(terlihat adanya unsur kepatuhan pada agama, pada orang tua dan keluarga lainnya) sampai tehnik-tehnik silat yang tak kalah mematikan.

Kemarin itu selain genk machete datang eh tak tahunya iko, yayan, joe dan toro sebagai produsernya juga datang dan memberikan kejutan, mungkin itu kejutan yang pertama, hari ini dan hari selanjutnya mereka masih memberikan kejutan-kejutan loh. Biar tak sempat foto bareng mereka satu persatu tapi cukup puas dengan melihat antusias masyarakat.

BANG IKO, KANG YAYAN DAN MERANTAU FILMS, TERUSKAN AKSIMU....

Tuesday, March 20, 2012

FILM THE RAID

Setelah sukses merilis film Merantau pada tahun 2009 yang lalu, sutradara asal Inggris, Gareth Evans meluncurkan karya keduanya yang berjudul The Raid. Film yang sarat dengan pertarungan dengan menggunakan teknik pencak silat ini sukses meraih penghargaan bergengsi di kancah perfilman internasional, seperti Toronto International Film Festival 2011 (Cadillacs Peoples Choice Award), Jameson Dublin International Film Festival 2012 (Audience Award) dan Festival Film Sundance 2012 sebagai karya yang paling disukai oleh pihak panitia.

Direncanakan film The Raid akan ditayangkan serentak di bioskop Indonesia, Australia, Kanada dan Amerika Serikat pada tanggal 23 Maret 2012. Walaupun hanya ditopang dengan dukungan dana yang terbatas yang tergolong sedikit bagi sebuah film bergenre action, kesuksesan film ini ditunjang oleh para aktornya yang memang sangat berkompeten di bidangnya, diantaranya yaitu Ray Sahetapy (aktor senior), Iko Uwais (praktisi Pencak Silat Tiga Berantai), Yayan Ruhian (praktisi Pencak Silat Tenaga Dasar Indonesia), Joe Taslim (praktisi Judo), dll.
 



ada juga nobarnya, terbuka untuk umum di blok m squere jam 1 siang... silahkan di klik Nonton Bareng The Raid with PERANTAU (Jakarta) 

Saturday, March 17, 2012

Belajar dari Silat

Saya bukanlah seseorang yang ahli dalam melakukan berbagai teknik silat, saya saja untuk lulus uji materi tendangan baru bisa mendapat nilai bagus setelah 3 tahun belajar silat, kemudian setelah itu masih perlu banyak  pendalaman materi untuk tendangan mengingat keadaan badan saya yang gemuk, kadang sulit melakukan tendangan-tendangan tinggi atau yang banyak melakukan awalan.

Setelah teknik tendangan barulah masuk ke tahap berikutnya yaitu rangkaian radikal yang terdiri dari banyak gerakan, baik gerakan tangan, tubuh maupun kaki. Rangkaian radikal itu membutuhkan banyak aspek, seperti, kecepatan, ketepatan, pemahaman, tenaga dan keluwesan. Terkadang saya sulit mengaplikasikan dan menggambarkan kondisi untuk gerakan yang diajarkan, tapi perlahan dengan terus melatihnya maka mulailah saya mengerti untuk apa dan digunakan dalam keadaan apa gerakan-gerakan tersebut walau belum pernah mengaplikasikannya secara nyata, karena belum pernah berantem beneran.

Setelah tendangan dan rangkaian radikal barulah masuk ke percobaan sparing, bener-benar diuji mental, selain grogi karena menjadi pusat perhatian sekaligus grogi menghadapi lawan yang sebenarnya adalah kawan latihan sendiri. Dalam latihan tahap ini benar-benar sungguh pikiran kita dikuras mengenai mau apa dan harus bagaimana menghadapi lawan ini. Disanalah saya sadar bahwa TEORI DAN PRAKTEK ITU BISA BERBEDA.

Saya akhirnya sadar jika belajar pencak silat itu bukan hanya belajar gerakan tapi juga belajar pemahaman yang mendalam dan perlu membuka mata lebih lebar lagi. Pemahaman tak hanya didapat dari pelatih saja tapi juga bisa didapat dari sumber-sumber lain seperti praktisi beladiri lain maupun dari sumber-sumber tertulis. Untuk bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam haruslah menanamkan sifat kehati-hatian karena apa yang dikatakan atau didengarkan belum sepenuhnya benar, dapat diplikasikan dan sesuai dengan apa yang kita pelajari. Selain kehati-hatian haruslah juga ditanamkan sifat lapang dada, jangan mudah menyangkal atau menghina pendapat orang lain, teliti dulu apa iya seperti yang mereka katakan atau mereka tulis.

Teknik dasar? Saya baru belajar teknik dasar gerak tangan sekitar 3 tahun lalu. Awalnya agak canggung belajar teknik dasar lagi setelah belajar rangkaian radikal dan jurus lainnya, tapi saya disadarkan betul bahwa teknik dasar itu penting, selain untuk menunjang gerakan yang diajarkan sebelumnya (gerakan lanjutan berupa rangkaian radikal), teknik dasar juga berguna menghindari tubuh kita dari cidera.

Jujur saja saya belajar lebih banyak mengenai tindakan dan sikap dari silat dibandingkan dari sekolah. Saya bukanlah anak yang gampang bergaul, bahkan sedikit judes dan sombong, kadang gak percaya diri dalam melakukan sesuatu, tidak hati-hati dan mau menang sendiri. Dari Silatlah saya belajar bergaul, belajar ramah, belajar hati-hati agar tak kena masalah dan belajar berlapang dada.

Thursday, March 15, 2012

women-wanita


women, is the door of life as well as death
women, the doors of success as well as destruction
women, the doors of happiness and sorrow

In their daily life is considered weak and powerless
Sometimes underestimated 
In life sometimes treated unfairly

Women, in fact physically weak but not weak heart and his determination
Women, it may often be underestimated, but more often to impress
Women, may often be treated unfairly, but he will try to be fair tothem

women, a pour point of the child's heart
women, became the hottest place for her husband
women, a place of learning of the child
women, a place for the future for her husband

respect for women in the family
your mother, your brother, your sister, your wife and your friend
mother do not equate with wife
do not match with sister sister
your girl friend do not match with your family

they each have a place that you should not equate
because they are women in your life

wanita, adalah pintu kehidupan sekaligus kematian
wanita, pintu kesuksesan sekaligus kehancuran
wanita, pintu kebahagiaan sekaligus kesedihan

Dalam kesehariannya dianggap lemah dan tak punya kuasa
Dalam kesehariannya kadang diremehkan 
Dalam hidupnya kadang diperlakukan tidak adil

Wanita, sebenarnya lemah fisik tapi bukan lemah hati dan tekadnya
Wanita, memang mungkin sering diremehkan tapi lebih sering membuat kagum
Wanita, mungkin sering diperlakukan tak adil tapi ia akan berusaha adil kepada mereka

wanita, menjadi tempat mencurahkan isi hati sang anak
wanita, menjadi tempat terhangat bagi suaminya
wanita, menjadi tempat belajar sang anak
wanita, menjadi tempat untuk masa depan bagi sang suami

hormati wanita dalam keluargamu
ibumu, adikmu, kakakmu, istrimu dan kawanmu
ibumu jangan samakan dengan istrimu
adik perempuanmu jangan samakan dengan kakak perempuanmu
kawan perempuanmu jangan samakan dengan keluargamu

mereka punya tempat masing-masing yang tak boleh kau samakan
karena mereka wanita dalam hidupmu

Sunday, March 11, 2012

TIMBANGAN



SEJARAH

Aliran pencak silat di Jawa Barat yang baru terungkap melalui penelitian adalah aliran Cimande, Cikalong dan Timbangan. Namun, Timbangan sendiri menurut para penganutnya, bukanlah merupakan aliran pencak silat, melainkan suatu beladiri mandiri terpisah dari pencak silat. Hanya di kalangan ahli-ahli pencak silat saja Timbangan disejajarkan dengan aliran-aliran pencak silat lain, karena memang kebanyakan yang mempelajari Timbangan itu sebelumnya telah mempunyai latar belakang pencak silat.

Banyak yang tidak mengetahui secara persis tentang beladiri Timbangan ini, karena perkembangannya terkesan tertutup dan sepi dari publikasi. Memang begitu kenyataannya. Para ahli Timbangan pada umumnya tidak mencari murid. Siapa yang datang dan memenuhi kriteria tertentu sajalah yang akan diterima sebagai murid.

Timbangan lahir di Bandung, dengan pendirinya adalah Rd. Anggakusumah, putra Rd. Haji Adra'I, seorang Penghulu Kepala di Sumedang. Ia dilahirkan di Sumedang pada bulan Oktober 1887.

Pada masa mudanya, ia aktif di organisasi Syarikat Islam di Bandung. Namun, karena sifatnya yang kritis terhadap masalah sosial politik pada waktu itu, maka pada tahun 1919 Pemerintah Belanda menangkap dan memenjarakannya di penjara Banceuy.

Di dalam penjara, ia banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan lain. Bersama mereka sering dilakukan diskusi-diskusi mengenai keadaan bangsanya. Ada satu kelebihan Rd. Anggakusumah, yaitu ia tidak hanya dapat melihat masalah bangsanya dengan kacamata politik, tetapi juga dengan kacamata filsafat.

Dengan melalui perenungan filsafat itulah Rd. Angga Kusumah mmenemukan suatu cara agar manusia selamat dalam menjalankan hidup di dunia yang fana ini. Hasil renungannya dibukukan dalam tiga buah kitab berbahasa Sunda yang disusun dalam bentuk guguritan, yaitu Guaroma (Gurinda Alam Rohani Majaji), Ibtat (Imam Bener Tetengger Allah Ta'ala) dan Satahama (Sareat, Tarekat, Hakekat, Ma'rifat). Lahirnya kitab ini dianggap sebagai lahirnya sistem beladiri Timbangan, karena sejak itulah dimulainya latihan-latihan pembelaan diri terhadap serangan yang ditujukan pada rohani. Bentuk-bentuk latihannya adalah diskusi-diskusi antar tahanan yang dimaksud untuk membentuk kepribadian yang kuat.

Pada tahap perenungan berikutnya, ternyata didapati suatu kenyataan bahwa banyak orang lemah yang mengalami pederitaan karena ditindas oleh orang yang kuat walaupun ia berada pada pihak yang benar. Itulah sebabnya Rd. Anggakusumah mulai memikirkan pembelaan diri dalam segi jasmani.

Dari penjara Banceuy, Rd. Anggakusumah dipindahkan ke penjara Sawahlunto, Sumatera yang banyak dihuni oleh penjahat dan pembunuh. Di tempat inilah hasil renungannya sempat digunakan untuk melumpuhkan seorang narapidana gila yang sedang mengamuk dan banyak melukai narapidana lain. Selain itu, jagoan-jagoan lain yang merasa iri ini dapat pula ditaklukkan dan disadarkan, sehingga akhirnya menjadi sahabat Rd. Anggakusumah dan berusaha budi pekertinya yang buruk.

Pada tahun 1923, Rd. Anggakusumah dilepaskan dari penjara dan kembali ke Bandung, namun latihan Timbangan baru dilakukan mulai sekitar tahun 1928 sampai tahun 1942. Yang berlatih Timbangan saat itu kebanyakan adalah pemuda-pemuda pergerakan dan tokoh-tokoh pencak silat yang sudah terkenal di Bandung, diantaranya adalah Rd. Ema Bratakusumah (tokoh Sunda yang mendirikan organisasi Sekar Pakuan), Rd. Adibrata (ayahanda Rahmat Hidayat, aktor film), Obed, Salim, Rd. Memed dan masih banyak lagi yang lainnya.

Salah seorang penerus Rd. Anggakusumah adalah anaknya sendiri, yaitu Rd. Muhyidin Anggakusumah. Namun, keduanya kini telah meninggal dunia dan dimakamkan berdampingan di Pemakaman Umum Nyengseret, Bandung.

Berbeda dengan umumnya sistem beladiri lain, dalam pelaksanaannya aliran Timbangan tidak bertujuan untuk melumpuhkan lawan, akan tetapi untuk menyadarkan lawan bahwa pendekar Timbangan tidak beritikad buruk terhadapnya, dan dengan demikian merangkul lawan ke dalam suatu persahabatan serta hidup bersama dengan tentram dan bahagia.

Tahap pertama dalam menghadapi lawan adalah dengan berbicara dari hati ke hati, di sini sasaran serangannya adalah rohani lawan. Seandainya kata-kata yang lemah lembut dan sopan tidak diterima dan lawan tetap melakukan kekerasan, barulah pendekar Timbangan melakukan perlawanan yang bersifat jasmani.

Pola dasar pelaksanaan sistem beladiri timbangan yang bersifat jasmaniah ialah merebut kedudukan sedemikian rupa, sehingga lawan berada di dalam kedudukan sukar menyerang dan mudah diserang. Seandainya kedudukan seperti itu berulang-ulang atau terus-menerus dikuasai oleh pendekar Timbangan, akan tetapi ia tidak memanfaatkannya dengan melakukan serangan, diharapkan lawan menyadari bahwa pendekar Timbangan yang sebenarnya telah mengalahkannya itu tidak beritikad buruk terhadapnya. Sehingga akhirnya lawan akan menyerah, namun tidak menaruh dendam, bahkan balik menhormat dan bersahabat.

Untuk merebut kedudukan yang ideal, seorang pendekar Timbangan akan memberi kesempatan kepada lawan untk membuka serangan. Arus tenaga tidak ditangkis, karena aliran Timbangan tidak mempergunakan teknik tangkisan, akan tetapi dibelokkan atau dihindarkan, maka kedudukan lawan menjadi labil. Dalam keadaan labil inilah segera dilakukan penutupan atau perebutan kedudukan sesuai dengan apa yang dikehendaki.

TEKNIK

Untuk dapat melaksanakan taktik yang seakan-akan sangat sederhana itu dibutuhkan keterampilan dan teknik yang banyak jenisnya dan tidak mudah dikuasai. Keterampilan-keterampilan tersebut meliputi:

1.Kepekaan Rasa

2.Kecepatan Reaksi

3.Menetapkan Jarak

4.Menempel

5.Menilai Sikap

6.Menyalurkan

7.Melepaskan

8.Menghindar

(Sources : The KANURAGAN Tabloid , Gending Raspuzi SH ; Rewritten by Andi Rafiandi)

Lomba Penulisan Artikel Silat.

Feb 28th, 2012 
FP2STI dibawah naungan Yayasan Sahabat Silat mengundangan para guru, pendekar dan para sahabat silat semua untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel tentang silat.
Tema artikel silat yang diminta adalah: Manfaat Silat Bagi Kehidupan.

Artikel diharapkan memberikan inspirasi kepada pembaca bahwa ilmu silat tidak saja menjadikan kita cekatan dalam perkelahian namun juga memudahkan kita dalam menjalani peran kita masing2 dalam kehidupan. Peran dalam kehidupan yang dimaksud bisa sebagai anak, orang tua, guru, pelajar, karyawan, pengusaha, programmer computer,dokter,pasien, ketua RT atau RW dan ribuan peran lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Peserta bisa menuliskannya dalam bentuk opini, cerita pengalaman pribadi atau cerita pengalaman orang lain yang benar2 terjadi atau kajian filosofi kaidah-kaidah dalam silat yang peserta kuasai.
Semua tulisan yang masuk akan dimuat di SilatIndonesia.com dan SahabatSilat.com. Untuk 10 tulisan terbaik akan diusahakan untuk diterbitkan dalam bentuk buku.
Syarat tulisan yang boleh diikutkan lomba:
1. Minimal 7000 karakter, Maksimal 30.000 karakter (termasuk spasi)
2. Tidak Mengandung unsur SARA dan parnografi;
3. Belum pernah diterbitkan di publikasi manapun termasuk di blog pribadi.
4. Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik
Syarat Peserta:
1. Umum. Tidak ada batasan usia, jenis kelamin, agama, suku atau pun kewarganegaraan.
2. Terdaftar sebagai member Sahabatsilat.com
Tulisan dapat dikirim langsung ke admin dengan melampirkan biodatan singkat (nama, nickname di SS, usia, alamat, email, telpon, perguruan (kalau ada), dan pekerjaan)
Disediakan 3 hadiah utama untuk penulisan terbaik.
Hadiah Pertama senilai Rp. 2.500.000
Hadiah Kedua     Senilai Rp. 1.500.000
Hadiah Ketiga    senilai   Rp. 1.000.000
Setiap tulisan yang dikirim menjadi milik FP2STI dan jika diterbitkan FP2STI tetap akan menyantumkan nama penulis.
Tata cara pengiriman :
01. artikel ditulis dalam dokumen berformat .doc
untuk dokumen artikel yang dikirim :
- kertas A4
- minimal 2 halaman
- font: Arial / Times New Roman
- ukuran font: 12
- 1.5 spasi
- margin: 2cm 
02. artikel dikirimkan sebagai attachment di dalam email (boleh di-zip dahulu)
03. tiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 (tiga) artikel
04. tiap email hanya untuk 1 (satu) artikel
05. format nama file: “namalengkap-judul artikel.doc”
06. artikel dikirimkan paling lambat pada : 26 maret 2012
07. artikel dikirimkan ke: artikel@silatindonesia.com dan di-CC ke artikel@sahabatsilat.com
Pengumuman Pemenang : 6 april 2012.
*note*
jika mengirimkan lebih dari 1 artikel,
masing-masing artikel dikirimkan dalam email yang terpisah.
Salam Silat,
Santri Kinasih
Atas Nama Ketua FP2STI, Taufan Prasetya dan Ketua Yayasan Sahabat Silat, Alda F Amtha.
informasi lebih lanjut akan diinformasikan di:
sahabatsilat.com dan silatindonesia.com

Prabowo Siap Angkat Pamor Silat.



Feb 25th, 2012 
Mempopulerkan olahraga pencak silat baik secara nasional maupun internasional menjadi tantangan tersendiri bagi Prabowo Subianto yang terpilih kembali untuk memimpin PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) periode 2012-2016.
Menjadi tugas yang cukup berat untuk mempopulerkan silat. Jangankan di internasional di nasional saja olahraga silat masih dipandang sebagai cabang olahraga kampungan. Padahal silat ini adalah warisan budaya yang terbesar yang kita miliki,” ujar mantan Danjen Kopasus ini yang untuk ketiga kalinya menahkodai PB IPSI setelah terpilih secara aklamasi di Padepokan Pencak Silat TMII, Rabu (22/2).
Salah satu terobosan yang akan dilakukan oleh Prabowo bersama kepengurusannya nanti adalah membuat sirkuit silat profesional. “Trendnya memang ke arah situ (sirkuit silat profesional). Beberapa perguruan sudah menyanggupinya dan nantinya akan dikemas secara menarik sehingga tidak kalah pamornya dengan olahraga sepakbola,” terangnya.
Dalam kesempatan itu Prabowo mengaku miris dengan kecenderungan anak-anak muda yang konsumerisme dan materialisme ketimbang melakukan kegiatan olahraga.

Thursday, March 1, 2012

olahraga air salah satunya adalah.olahraga pencak silat sambil hujan2an, olahraga pencak silat di pantai, termasuk juga olahraga di lumpur....wkwkwkwk


Dolly Maylissa
d01lymay.blogspot.com
sahabatsilat.com

Friday, January 13, 2012

Ingatkah kau

Ketika kau sakit aku berada disisimu
Begitu juga ketika kau sedih
Ketika kau susah aku berada didekatmu
Ketika kau senang pun aku tetap disana

Salahkah aku mempertahankan diriku disisimu
Salah juga kah jika aku inginkan yang lain

Ingatkah kau ketika aku tersenyum saat kau memilih selain aku
Ingatkah kau aku tetap tertawa ketika kau bercerita tapi bukan cerita kita
Ingatkah kau aku masih disisimu kapanpun kau inginkan

Kini apa salah jika aku ingin kau melakukan itu juga untukku
Apa salah jika aku inginkan kau tersenyum untukku

Ingatkah kau pada mereka yang memuji hubungan kita
Ingatkah kau yang iri pada kita
Ingatkah kau yang mempertanyakan keadaan kita

Apa salah aku menjawabnya dengan senyuman saat itu
Apa kau tak ingat apa yang kau katakan
Apa kau mau menarik ucapan yang telah didengar sejagat ini

Ingatkah kau akan kejadian masa lalu
Apa aku salah jika aku tetap ingin hal itu menjadi indah

Tak adil jika kau tak tersenyum, tak tertawa dan tak berada disisiku saat ini
Tak adil untuk ku, tak adil untuk hidupku

For my best friend, someone who more than ordinary men in my heart

Sang Elang tak pernah meninggalkan pendekarnya walau ia terbang bersama yang lain. Ingatlah bahwa sang elang adalah mata ketiga untuk pendekar


Dikirim dari Yahoo! Mail untuk Android

Sunday, January 8, 2012

Different You

Kadang kamu bikin aku marah karena gak kasih kabar apalagi perhatian buat aku, tapi akhir akhir ini bikin aku terkejut.


Bilang magic word pake bahasa daerah, sumpah aku langsung ketawa ngakak dan balas sms kamu

"Belajar karo siapa toh mas?"

;-)


Kirim pesan singkat "Tetap tersenyum walaupun orang yang kita cintai jauh dari hati kita"

"Walaupun hatiku jauh tapi cintaku selalu dekat di hatimu. Biarlah tuhan yg menjawab kemurnian cintaku padamu"


Kamu kirim pada saat yg tepat bikin aku tambah jatuh hati,hahaha


Em... Kadang-kadang kamu malah bikin aku khawatir karena pergi jauh dan gak ada kabar :-( tapi semoga saja kamu selalu diberi kesehatan, keselamatan dan selalu ingat aku.hehehe


Tapi aku khawatir tentang yg terjadi saat ini, semoga saja tak ada yg mengecewakan dan mengkhawatirkan


23.35 8 jan 12


Published with Blogger-droid v2.0.2