Saturday, March 24, 2012

NONTON BARENG THE RAID WITH PERANTAU

Kemarin, tanggal 23 Maret 2012, tanggal yang ditunggu-tunggu banyak orang pastinya yaitu tanggal tayang perdananya film action THE RAID yang serempak di Indonesia, Amerika, Kanada, Australia. Saya rasa tak usah dijelaskan lagi apa THE RAID itu, sekarang mungkin sudah banyak orang yang tau.

Kali ini nonton bareng perantau, ini pertama kalinya padahal saya sudah kenal cukup lama, dari proses syuting merantau. Senang rasanya  bisa kumpul dang MENGGILA dengan mereka, INI BARU ASIK.

Kalo filmnya saya gak usah komentar banyak deh, sudah pasti bagus dan pengen nonton, ceritanya sederhana, penuh nilai kehidupan (tentang keimanan, cinta keluarga, tanggung jawab dan kesetia kawanan), aksinya komplit khas silat yang berani main jarak dekat, pengambilan gambarnya oke, saya belum melihat cacatnya.

Kali ini saya akan mencoba membahas tentang wawancara mereka di beberapa stasiun televisi, sejauh yang saya tangkap, secara tak sadar sebenarnya Iko dan Yayan malah mengangkat nama silat bukan filmnya, mereka berdua ingin mengenalkan lebih dalam tentang silat, dimulai dengan filosofi atau ajaran dalam silat yaitu silat untuk kebaikan (ada juga di merantau), teknik-teknik yang komplit unsurnya beladiri-olahraga( (kedua unsur ini jelas terlihat difilm merantau dan the raid)-seni(di metro tv pernah ada pertanyaan, kenapa setiap sebelum dan sesudah gerakannya seperti tari, iko menjawab, ya memang silat seperti itu gayanya karena ada unsur seni)-mental spiritual(terlihat adanya unsur kepatuhan pada agama, pada orang tua dan keluarga lainnya) sampai tehnik-tehnik silat yang tak kalah mematikan.

Kemarin itu selain genk machete datang eh tak tahunya iko, yayan, joe dan toro sebagai produsernya juga datang dan memberikan kejutan, mungkin itu kejutan yang pertama, hari ini dan hari selanjutnya mereka masih memberikan kejutan-kejutan loh. Biar tak sempat foto bareng mereka satu persatu tapi cukup puas dengan melihat antusias masyarakat.

BANG IKO, KANG YAYAN DAN MERANTAU FILMS, TERUSKAN AKSIMU....

Tuesday, March 20, 2012

FILM THE RAID

Setelah sukses merilis film Merantau pada tahun 2009 yang lalu, sutradara asal Inggris, Gareth Evans meluncurkan karya keduanya yang berjudul The Raid. Film yang sarat dengan pertarungan dengan menggunakan teknik pencak silat ini sukses meraih penghargaan bergengsi di kancah perfilman internasional, seperti Toronto International Film Festival 2011 (Cadillacs Peoples Choice Award), Jameson Dublin International Film Festival 2012 (Audience Award) dan Festival Film Sundance 2012 sebagai karya yang paling disukai oleh pihak panitia.

Direncanakan film The Raid akan ditayangkan serentak di bioskop Indonesia, Australia, Kanada dan Amerika Serikat pada tanggal 23 Maret 2012. Walaupun hanya ditopang dengan dukungan dana yang terbatas yang tergolong sedikit bagi sebuah film bergenre action, kesuksesan film ini ditunjang oleh para aktornya yang memang sangat berkompeten di bidangnya, diantaranya yaitu Ray Sahetapy (aktor senior), Iko Uwais (praktisi Pencak Silat Tiga Berantai), Yayan Ruhian (praktisi Pencak Silat Tenaga Dasar Indonesia), Joe Taslim (praktisi Judo), dll.
 



ada juga nobarnya, terbuka untuk umum di blok m squere jam 1 siang... silahkan di klik Nonton Bareng The Raid with PERANTAU (Jakarta) 

Saturday, March 17, 2012

Belajar dari Silat

Saya bukanlah seseorang yang ahli dalam melakukan berbagai teknik silat, saya saja untuk lulus uji materi tendangan baru bisa mendapat nilai bagus setelah 3 tahun belajar silat, kemudian setelah itu masih perlu banyak  pendalaman materi untuk tendangan mengingat keadaan badan saya yang gemuk, kadang sulit melakukan tendangan-tendangan tinggi atau yang banyak melakukan awalan.

Setelah teknik tendangan barulah masuk ke tahap berikutnya yaitu rangkaian radikal yang terdiri dari banyak gerakan, baik gerakan tangan, tubuh maupun kaki. Rangkaian radikal itu membutuhkan banyak aspek, seperti, kecepatan, ketepatan, pemahaman, tenaga dan keluwesan. Terkadang saya sulit mengaplikasikan dan menggambarkan kondisi untuk gerakan yang diajarkan, tapi perlahan dengan terus melatihnya maka mulailah saya mengerti untuk apa dan digunakan dalam keadaan apa gerakan-gerakan tersebut walau belum pernah mengaplikasikannya secara nyata, karena belum pernah berantem beneran.

Setelah tendangan dan rangkaian radikal barulah masuk ke percobaan sparing, bener-benar diuji mental, selain grogi karena menjadi pusat perhatian sekaligus grogi menghadapi lawan yang sebenarnya adalah kawan latihan sendiri. Dalam latihan tahap ini benar-benar sungguh pikiran kita dikuras mengenai mau apa dan harus bagaimana menghadapi lawan ini. Disanalah saya sadar bahwa TEORI DAN PRAKTEK ITU BISA BERBEDA.

Saya akhirnya sadar jika belajar pencak silat itu bukan hanya belajar gerakan tapi juga belajar pemahaman yang mendalam dan perlu membuka mata lebih lebar lagi. Pemahaman tak hanya didapat dari pelatih saja tapi juga bisa didapat dari sumber-sumber lain seperti praktisi beladiri lain maupun dari sumber-sumber tertulis. Untuk bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam haruslah menanamkan sifat kehati-hatian karena apa yang dikatakan atau didengarkan belum sepenuhnya benar, dapat diplikasikan dan sesuai dengan apa yang kita pelajari. Selain kehati-hatian haruslah juga ditanamkan sifat lapang dada, jangan mudah menyangkal atau menghina pendapat orang lain, teliti dulu apa iya seperti yang mereka katakan atau mereka tulis.

Teknik dasar? Saya baru belajar teknik dasar gerak tangan sekitar 3 tahun lalu. Awalnya agak canggung belajar teknik dasar lagi setelah belajar rangkaian radikal dan jurus lainnya, tapi saya disadarkan betul bahwa teknik dasar itu penting, selain untuk menunjang gerakan yang diajarkan sebelumnya (gerakan lanjutan berupa rangkaian radikal), teknik dasar juga berguna menghindari tubuh kita dari cidera.

Jujur saja saya belajar lebih banyak mengenai tindakan dan sikap dari silat dibandingkan dari sekolah. Saya bukanlah anak yang gampang bergaul, bahkan sedikit judes dan sombong, kadang gak percaya diri dalam melakukan sesuatu, tidak hati-hati dan mau menang sendiri. Dari Silatlah saya belajar bergaul, belajar ramah, belajar hati-hati agar tak kena masalah dan belajar berlapang dada.

Thursday, March 15, 2012

women-wanita


women, is the door of life as well as death
women, the doors of success as well as destruction
women, the doors of happiness and sorrow

In their daily life is considered weak and powerless
Sometimes underestimated 
In life sometimes treated unfairly

Women, in fact physically weak but not weak heart and his determination
Women, it may often be underestimated, but more often to impress
Women, may often be treated unfairly, but he will try to be fair tothem

women, a pour point of the child's heart
women, became the hottest place for her husband
women, a place of learning of the child
women, a place for the future for her husband

respect for women in the family
your mother, your brother, your sister, your wife and your friend
mother do not equate with wife
do not match with sister sister
your girl friend do not match with your family

they each have a place that you should not equate
because they are women in your life

wanita, adalah pintu kehidupan sekaligus kematian
wanita, pintu kesuksesan sekaligus kehancuran
wanita, pintu kebahagiaan sekaligus kesedihan

Dalam kesehariannya dianggap lemah dan tak punya kuasa
Dalam kesehariannya kadang diremehkan 
Dalam hidupnya kadang diperlakukan tidak adil

Wanita, sebenarnya lemah fisik tapi bukan lemah hati dan tekadnya
Wanita, memang mungkin sering diremehkan tapi lebih sering membuat kagum
Wanita, mungkin sering diperlakukan tak adil tapi ia akan berusaha adil kepada mereka

wanita, menjadi tempat mencurahkan isi hati sang anak
wanita, menjadi tempat terhangat bagi suaminya
wanita, menjadi tempat belajar sang anak
wanita, menjadi tempat untuk masa depan bagi sang suami

hormati wanita dalam keluargamu
ibumu, adikmu, kakakmu, istrimu dan kawanmu
ibumu jangan samakan dengan istrimu
adik perempuanmu jangan samakan dengan kakak perempuanmu
kawan perempuanmu jangan samakan dengan keluargamu

mereka punya tempat masing-masing yang tak boleh kau samakan
karena mereka wanita dalam hidupmu

Sunday, March 11, 2012

TIMBANGAN



SEJARAH

Aliran pencak silat di Jawa Barat yang baru terungkap melalui penelitian adalah aliran Cimande, Cikalong dan Timbangan. Namun, Timbangan sendiri menurut para penganutnya, bukanlah merupakan aliran pencak silat, melainkan suatu beladiri mandiri terpisah dari pencak silat. Hanya di kalangan ahli-ahli pencak silat saja Timbangan disejajarkan dengan aliran-aliran pencak silat lain, karena memang kebanyakan yang mempelajari Timbangan itu sebelumnya telah mempunyai latar belakang pencak silat.

Banyak yang tidak mengetahui secara persis tentang beladiri Timbangan ini, karena perkembangannya terkesan tertutup dan sepi dari publikasi. Memang begitu kenyataannya. Para ahli Timbangan pada umumnya tidak mencari murid. Siapa yang datang dan memenuhi kriteria tertentu sajalah yang akan diterima sebagai murid.

Timbangan lahir di Bandung, dengan pendirinya adalah Rd. Anggakusumah, putra Rd. Haji Adra'I, seorang Penghulu Kepala di Sumedang. Ia dilahirkan di Sumedang pada bulan Oktober 1887.

Pada masa mudanya, ia aktif di organisasi Syarikat Islam di Bandung. Namun, karena sifatnya yang kritis terhadap masalah sosial politik pada waktu itu, maka pada tahun 1919 Pemerintah Belanda menangkap dan memenjarakannya di penjara Banceuy.

Di dalam penjara, ia banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan lain. Bersama mereka sering dilakukan diskusi-diskusi mengenai keadaan bangsanya. Ada satu kelebihan Rd. Anggakusumah, yaitu ia tidak hanya dapat melihat masalah bangsanya dengan kacamata politik, tetapi juga dengan kacamata filsafat.

Dengan melalui perenungan filsafat itulah Rd. Angga Kusumah mmenemukan suatu cara agar manusia selamat dalam menjalankan hidup di dunia yang fana ini. Hasil renungannya dibukukan dalam tiga buah kitab berbahasa Sunda yang disusun dalam bentuk guguritan, yaitu Guaroma (Gurinda Alam Rohani Majaji), Ibtat (Imam Bener Tetengger Allah Ta'ala) dan Satahama (Sareat, Tarekat, Hakekat, Ma'rifat). Lahirnya kitab ini dianggap sebagai lahirnya sistem beladiri Timbangan, karena sejak itulah dimulainya latihan-latihan pembelaan diri terhadap serangan yang ditujukan pada rohani. Bentuk-bentuk latihannya adalah diskusi-diskusi antar tahanan yang dimaksud untuk membentuk kepribadian yang kuat.

Pada tahap perenungan berikutnya, ternyata didapati suatu kenyataan bahwa banyak orang lemah yang mengalami pederitaan karena ditindas oleh orang yang kuat walaupun ia berada pada pihak yang benar. Itulah sebabnya Rd. Anggakusumah mulai memikirkan pembelaan diri dalam segi jasmani.

Dari penjara Banceuy, Rd. Anggakusumah dipindahkan ke penjara Sawahlunto, Sumatera yang banyak dihuni oleh penjahat dan pembunuh. Di tempat inilah hasil renungannya sempat digunakan untuk melumpuhkan seorang narapidana gila yang sedang mengamuk dan banyak melukai narapidana lain. Selain itu, jagoan-jagoan lain yang merasa iri ini dapat pula ditaklukkan dan disadarkan, sehingga akhirnya menjadi sahabat Rd. Anggakusumah dan berusaha budi pekertinya yang buruk.

Pada tahun 1923, Rd. Anggakusumah dilepaskan dari penjara dan kembali ke Bandung, namun latihan Timbangan baru dilakukan mulai sekitar tahun 1928 sampai tahun 1942. Yang berlatih Timbangan saat itu kebanyakan adalah pemuda-pemuda pergerakan dan tokoh-tokoh pencak silat yang sudah terkenal di Bandung, diantaranya adalah Rd. Ema Bratakusumah (tokoh Sunda yang mendirikan organisasi Sekar Pakuan), Rd. Adibrata (ayahanda Rahmat Hidayat, aktor film), Obed, Salim, Rd. Memed dan masih banyak lagi yang lainnya.

Salah seorang penerus Rd. Anggakusumah adalah anaknya sendiri, yaitu Rd. Muhyidin Anggakusumah. Namun, keduanya kini telah meninggal dunia dan dimakamkan berdampingan di Pemakaman Umum Nyengseret, Bandung.

Berbeda dengan umumnya sistem beladiri lain, dalam pelaksanaannya aliran Timbangan tidak bertujuan untuk melumpuhkan lawan, akan tetapi untuk menyadarkan lawan bahwa pendekar Timbangan tidak beritikad buruk terhadapnya, dan dengan demikian merangkul lawan ke dalam suatu persahabatan serta hidup bersama dengan tentram dan bahagia.

Tahap pertama dalam menghadapi lawan adalah dengan berbicara dari hati ke hati, di sini sasaran serangannya adalah rohani lawan. Seandainya kata-kata yang lemah lembut dan sopan tidak diterima dan lawan tetap melakukan kekerasan, barulah pendekar Timbangan melakukan perlawanan yang bersifat jasmani.

Pola dasar pelaksanaan sistem beladiri timbangan yang bersifat jasmaniah ialah merebut kedudukan sedemikian rupa, sehingga lawan berada di dalam kedudukan sukar menyerang dan mudah diserang. Seandainya kedudukan seperti itu berulang-ulang atau terus-menerus dikuasai oleh pendekar Timbangan, akan tetapi ia tidak memanfaatkannya dengan melakukan serangan, diharapkan lawan menyadari bahwa pendekar Timbangan yang sebenarnya telah mengalahkannya itu tidak beritikad buruk terhadapnya. Sehingga akhirnya lawan akan menyerah, namun tidak menaruh dendam, bahkan balik menhormat dan bersahabat.

Untuk merebut kedudukan yang ideal, seorang pendekar Timbangan akan memberi kesempatan kepada lawan untk membuka serangan. Arus tenaga tidak ditangkis, karena aliran Timbangan tidak mempergunakan teknik tangkisan, akan tetapi dibelokkan atau dihindarkan, maka kedudukan lawan menjadi labil. Dalam keadaan labil inilah segera dilakukan penutupan atau perebutan kedudukan sesuai dengan apa yang dikehendaki.

TEKNIK

Untuk dapat melaksanakan taktik yang seakan-akan sangat sederhana itu dibutuhkan keterampilan dan teknik yang banyak jenisnya dan tidak mudah dikuasai. Keterampilan-keterampilan tersebut meliputi:

1.Kepekaan Rasa

2.Kecepatan Reaksi

3.Menetapkan Jarak

4.Menempel

5.Menilai Sikap

6.Menyalurkan

7.Melepaskan

8.Menghindar

(Sources : The KANURAGAN Tabloid , Gending Raspuzi SH ; Rewritten by Andi Rafiandi)

Lomba Penulisan Artikel Silat.

Feb 28th, 2012 
FP2STI dibawah naungan Yayasan Sahabat Silat mengundangan para guru, pendekar dan para sahabat silat semua untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel tentang silat.
Tema artikel silat yang diminta adalah: Manfaat Silat Bagi Kehidupan.

Artikel diharapkan memberikan inspirasi kepada pembaca bahwa ilmu silat tidak saja menjadikan kita cekatan dalam perkelahian namun juga memudahkan kita dalam menjalani peran kita masing2 dalam kehidupan. Peran dalam kehidupan yang dimaksud bisa sebagai anak, orang tua, guru, pelajar, karyawan, pengusaha, programmer computer,dokter,pasien, ketua RT atau RW dan ribuan peran lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Peserta bisa menuliskannya dalam bentuk opini, cerita pengalaman pribadi atau cerita pengalaman orang lain yang benar2 terjadi atau kajian filosofi kaidah-kaidah dalam silat yang peserta kuasai.
Semua tulisan yang masuk akan dimuat di SilatIndonesia.com dan SahabatSilat.com. Untuk 10 tulisan terbaik akan diusahakan untuk diterbitkan dalam bentuk buku.
Syarat tulisan yang boleh diikutkan lomba:
1. Minimal 7000 karakter, Maksimal 30.000 karakter (termasuk spasi)
2. Tidak Mengandung unsur SARA dan parnografi;
3. Belum pernah diterbitkan di publikasi manapun termasuk di blog pribadi.
4. Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik
Syarat Peserta:
1. Umum. Tidak ada batasan usia, jenis kelamin, agama, suku atau pun kewarganegaraan.
2. Terdaftar sebagai member Sahabatsilat.com
Tulisan dapat dikirim langsung ke admin dengan melampirkan biodatan singkat (nama, nickname di SS, usia, alamat, email, telpon, perguruan (kalau ada), dan pekerjaan)
Disediakan 3 hadiah utama untuk penulisan terbaik.
Hadiah Pertama senilai Rp. 2.500.000
Hadiah Kedua     Senilai Rp. 1.500.000
Hadiah Ketiga    senilai   Rp. 1.000.000
Setiap tulisan yang dikirim menjadi milik FP2STI dan jika diterbitkan FP2STI tetap akan menyantumkan nama penulis.
Tata cara pengiriman :
01. artikel ditulis dalam dokumen berformat .doc
untuk dokumen artikel yang dikirim :
- kertas A4
- minimal 2 halaman
- font: Arial / Times New Roman
- ukuran font: 12
- 1.5 spasi
- margin: 2cm 
02. artikel dikirimkan sebagai attachment di dalam email (boleh di-zip dahulu)
03. tiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 (tiga) artikel
04. tiap email hanya untuk 1 (satu) artikel
05. format nama file: “namalengkap-judul artikel.doc”
06. artikel dikirimkan paling lambat pada : 26 maret 2012
07. artikel dikirimkan ke: artikel@silatindonesia.com dan di-CC ke artikel@sahabatsilat.com
Pengumuman Pemenang : 6 april 2012.
*note*
jika mengirimkan lebih dari 1 artikel,
masing-masing artikel dikirimkan dalam email yang terpisah.
Salam Silat,
Santri Kinasih
Atas Nama Ketua FP2STI, Taufan Prasetya dan Ketua Yayasan Sahabat Silat, Alda F Amtha.
informasi lebih lanjut akan diinformasikan di:
sahabatsilat.com dan silatindonesia.com

Prabowo Siap Angkat Pamor Silat.



Feb 25th, 2012 
Mempopulerkan olahraga pencak silat baik secara nasional maupun internasional menjadi tantangan tersendiri bagi Prabowo Subianto yang terpilih kembali untuk memimpin PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) periode 2012-2016.
Menjadi tugas yang cukup berat untuk mempopulerkan silat. Jangankan di internasional di nasional saja olahraga silat masih dipandang sebagai cabang olahraga kampungan. Padahal silat ini adalah warisan budaya yang terbesar yang kita miliki,” ujar mantan Danjen Kopasus ini yang untuk ketiga kalinya menahkodai PB IPSI setelah terpilih secara aklamasi di Padepokan Pencak Silat TMII, Rabu (22/2).
Salah satu terobosan yang akan dilakukan oleh Prabowo bersama kepengurusannya nanti adalah membuat sirkuit silat profesional. “Trendnya memang ke arah situ (sirkuit silat profesional). Beberapa perguruan sudah menyanggupinya dan nantinya akan dikemas secara menarik sehingga tidak kalah pamornya dengan olahraga sepakbola,” terangnya.
Dalam kesempatan itu Prabowo mengaku miris dengan kecenderungan anak-anak muda yang konsumerisme dan materialisme ketimbang melakukan kegiatan olahraga.

Thursday, March 1, 2012

olahraga air salah satunya adalah.olahraga pencak silat sambil hujan2an, olahraga pencak silat di pantai, termasuk juga olahraga di lumpur....wkwkwkwk


Dolly Maylissa
d01lymay.blogspot.com
sahabatsilat.com