Thursday, July 18, 2013

Rintihan Subuh

Dalam jejaknya menunggu pagi
Terdengar sayup sayup sebuah bahasa
Bahasa kerinduan akan cinta dan kedamaian hati
Merintih ia kala subuh tiba

Tuhan, engkau maha pencipta
Engkau maha kuasa
Apa yang kau inginkan apapun bisa berubah
Engkau bolak balikkan hati dan sikap seseorang
Aku percaya apa yang terjadi atas kehendakmu
Suka tidak suka harus aku terima karena aku hambamu

Lirih dan dalam pujian kepada Nya

Cinta aku merindukan rasanya
Merindukan ketenangan dan kebahagiaannya
Merindukan keegoisannya dan kesabarannya

Diam dalam sekejap

Tuhan, apakah aku jatuh cinta karena Mu?
Apa aku bersikap manis karena kecintaanku padamu?
Beri aku jawaban dan jalan yang pasti.

Mata memandang jauh ke atas, menatap bintang dan langit yang mulai menampakkan cahayanya.

Ya Allah ya Tuhanku, tiada lagi selain engkau
Yang maha pemilik cinta
Engkau berikan cinta setitik pada hati manusia
Tapi engkau bebaskan manusia mentukan pada siapa cinta itu ditujukan
Aku hanya memohon kepadamu
Jangan belokkan hatiku pada manusia yang salah
Jangan singgahkan kakiku pada nasib buruk
Jangan jauhkan hatiku dari kebaikan
Dan jangan buat diriku bersikap mencintai dunia.

Fajar telah datang menggantikan subuh
Rintihan subuh sudah terlanjur terucap
Yang selanjutnya menjadi doa ketika hati dilanda kerinduan

Thursday, July 11, 2013

Loyalitas dalam Dunia Silat

Loyalitas, kita banyak mendengar kata itu jika sedang membicarakan hubungan antar pegawai dan perusahaan, tapi apa itu loyalitas?

Loyalitas bisa dikatakan kepatuhan dan kesetiaan. Kepatuhan seperti apa dan kesetiaan seperti apa yang dimaksud?

Em, apa ada loyalitas dalam dunia "SILAT"?

Seorang guru dalam dunia silat bukan hanya seorang guru, tapi juga orang tua dan teman untuk berbagi. Seorang guru bukan hanya mengajarkan gerak silat tapi juga mengajarkan mengenai sikap dan cara pandang dalam hidup. Seorang guru akan sangat menjaga apa yang ia dapat dulu dari gurunya, menjaga tata tertib dan adatnya. Itulah loyalitas seorang guru kepada guru dan keilmuannya.

Tau kah anda banyak guru silat tradisional yang sangat sayang kepada muridnya, rela membantu mereka ketika ditimpa kesulitan dan mampu menjadi tempat mencari solusi. Itulah bentuk loyalitas pada sikap gurunya dulu yang juga memperlakukannya seperti itu.

Begitu banyak curahan perhatian dan waktu untuk murid dari sang guru, tapi apakah sang murid sadar bahwa guru juga mengeluarkan banyak materil atau uang untuknya? Mungkin jika kita sebagai murid tak sadar ketika kita datang mengganggu waktu istirahatnya yang harusnya bisa digunakan guna memulihkan badannya agar esok hari bisa bekerja dengan baik, tapi guru hanya tersenyum ketika melatih kita, walau kita banyak salah mereka terus mengajarkan dengan tekun, ketika kita lelah setelah berlatih kadang sang guru yg menyuguhi kita minum dan mungkin singkong rebus yang bisa jadi itu adalah makanan terakhir untuk sarapan besok pagi, kita sebagai murid kadang tak sadar kita menggunakan materil yg dimiliki sang guru.

Lantas apa bentuk loyalitas murid kepada gurunya?

Dalam cerita-cerita silat, kedudukan seorang guru silat bisa jadi seperti seorang raja, apa perintahnya ya harus dijalankan, bahkan murid tidak boleh membantahnya, apakah itu benar pada kenyataannya?

Sebenarnya yang terjadi adalah kisah seorang murid yang sangat menghormati gurunya, dianggapnya seperti orang tua sendiri. Banyak murid yang tanpa sadar telah mengabdikan hidupnya untuk sang guru bahkan membantu mencari nafkah. Mungkin itulah bentuk loyalitas pada guru dari seorang murid.

Dalam kisah kisah masa lalu, biasanya muridnya tinggal bersama gurunya ketika menuntut ilmu dan membantu pekerjaan gurunya ketika tidak berlatih, bahkan mungkin akhirnya ada yang berakhir menjadi mantu atau anak angkat. Apakah ini masih ada dalam masa sekarang ini?

Masa sekarang ini orang selalu menilai sebuah nilai dengan mata uang, jika hendak berlatih yang ditanyakan adalah berapa jumlah nilai mata uang yg harus dikeluarkan, sebenarnya itu tidak masalah tapi kadang ada saja orang yang menganggap bahwa ilmu silat itu jika sudah dapat dibeli dengan uang maka itu menyalahi aturan atau kebiasaan, padahal saya rasa hal itu sah saja, karena kita tak seperti orang dulu yang mengabdikan diri kepada guru sepenuhnya, tapi hal itu menjadi tidak wajar bila menganggap nilai mata uang yang ditakar adalah suatu hal yang menyebabkan muncul pemikiran dan  sikap bahwa ilmu silat itu mudah dibeli dan seorang guru adalah orang yang mudah dibeli.

Sebagai bentuk loyalitas seorang murid kepada gurunya bisa jadi dengan memberikan sejumlah uang baik diminta ataupun tidak kepada sang guru sebagai ganti tenaga dan waktu sang guru yang tak bisa kita bayar dengan tenaga dan waktu kita sendiri.

Lantas apa lagi bentuk loyalitas murid pada gurunya? Saya merasa dan mengamati, pantasnya seorang murid juga punya bentuk loyalitas pada keilmuan dan adab sang guru serta pada perguruan tempat ia berlatih, maksudnya seorang murid harus menjaga ke aslian ilmu yang diberikan gurunya jika diberikan ijin oleh sang guru untuk mengembangkan maka bukan berarti merubahnya tetapi mengembangkan keilmuan dengan menjaga aslinya dan memadupadankan pada keilmuan lain, bentuk loyalitas pada perguruan bisa jadi sebuat pemikiran guna perkembangan dan kemajuan perguruan, atau juga waktu dan tenaga untuk mengurus kegiatan di perguruan, bahkan bisa juga berupa materil guna menutupi biaya kegiatan. Selain hal yang saya sebutkan diatas maka ada sikap penting yang harusnya dimiliki oleh seorang murid yaitu menjaga nama baik guru, keilmuan, dan perguruan serta menutup aib mereka.

Salam silat.