Monday, September 29, 2014

Haruskah Pesilat Jadi Petarung Arena?

Apakah anda pesilat? atu hanya sekedar orang yang menyukai pencak silat?
Apakah pernah ditanya, sudah berapa kali bertanding? Sudah menang pertandingan dimana saja?
atau ditanya pertanyaan serupa. Bagaimana anda menjawabnya?

Beberapa waktu lalu saya mendengar seseorang berbicara kepada rekan saya "Gak ada prestasinya ya dibubarin aja mending.". Saya saat itu cuma geleng-geleng kepala mendangar orang tersebut berkata demikian pasalnya orang itu adalah orang terpelajar dan orang yang mengajar masa iya sampai berkata seperti itu, pantas saja kurikulum sekolah tiap tahun ganti lah pengajarnya aja bicara seperti itu.

Beberapa kali saya ditanya hal serupa, bagaimana saya menjawabnya? Saya menjawab dengan sedikit tawa dan sedikit jujur, saya bilang, mana ada orang yang badannya segede saya ikut pertandingan, sejak SMA berat badan sudah 80Kg, yang ada kalau ikut pertandingan masuk kelas bebas yang pasti umurnya diatas saya, hehehe". Begitulah saya, dan kalau saya jawab seperti itu tandanya "SAYA TAK BERMINAT BERBICARA DENGAN ANDA"

Faktanya seorang pesilat yang belajar silat tradisional atau seorang penggemar silat akan merasa tersinggung dengan pandangan sempit seperti itu. bahkan kalau mereka menjelaskan panjang lebar, orang yang bertanya belum tentu percaya. Kan aneh ya dikasih jawaban tapi gak percaya itu jawabannya. Kenapa sampai demikian?

Jika kita bertemu dengan seseorang dan membahas tentang silat kita tentu harus pintar dalam menerima informasi, karena keilmuan dan sejarah pencak silat jarang sekali yang dalam bentuk tertulis, biasanya hanya berupa tutur dari generasi ke generasi berikutnya ditambah rasa kagum, rasa kecewa, opini pribadi dan lupa.

Ya itu jika mengenai silat tradisional yang dulu diajarkan pada tengah malam, didalam pekarangan atau kebun gurunya atau tempat sunyi lainnya, tapi jika mengenai silat yang dipertandingkan tentu sangat mudah dijelaskan, sudah banyak referensi baik dari pelaku maupun dari buku, liat saja di internet sudah banyak informasi mengenai asal mula berdirinya Ikatan Pencak Silat Indonesia dan timbulnya silat prestasi.

Silat prestasi dibentuk dengan tujuan awal membawa nama pencak silat ke kancah olahraga dunia, maka dibentuklah suatu sistem, peraturan dan teknik dalam silat prestasi. Siapa yang membentuk hal itu? tentu saja guru-guru silat tradisional, siapa lagi.

Jadi ketika anda ditanya haruskah pesilat jadi petarung arena? jawabnya tidak.
Kenapa tidak? Kalau saja orang-orang seperti saya tidak belajar silat tradisional maka bagaimana silat prestasi tetap hidup.
Kok begitu? Ya logika saja, di sekolah tiap kelas ada 40 siswa, tidak mungkinkan semuanya meraih juara 1,2 dan 3, pasti ada yang dianggap tidak berprestasi, tapi mereka tidak dikeluarkan. begitu juga dengan silat, tidak semua pesilat itu harus jadi petarung di arena tapi harus ada juga pesilat-pesilat kampung yang kini merambah ke kota besar.

Selama ini logika kita mungkin salah, menganggap sesuatu yang dinilai dengan angka adalah sebuah prestasi padahal dalam agama pun ukuran sebuah sedekah bukan seberapa besar nilainya melainkan seberapa ikhlas pemberinya walau makin besar makin baik.

Selama anda manusia yang membawa manfaat untuk hidup anda, keluarga anda, kerabat anda dan lingkungan anda walau anda tak berprestasi disekolah tak perlu takut dan berkecil hati, hidup anda lebih besar dari sebuah nilai "100"

Salam Silat.