Sunday, January 8, 2017

Punggung laki laki itu

Aku tersadar dari lamunanku
Tidak aku tersadar dari tangisku
Dimalam penuh air mata dan rasa lelah
Aku ingin mati rasa

Langit itu masih langit yang sama
Bintang dan Bulan pun sama
Tapi aku tidak merasa sama seperti dulu

Seseorang berjalan dibelakangku
Memperhatikan tiap langkahku
Aku hanya berusaha tak sadar
Tak mau aku melihat wajahnya

Ia mendekat dan berkata padaku
Tegaklah dikakimu sendiri
Dengan atau tanpaku
Bersama atau tidak denganku
Tegaklah
Tegaklah
Tegaklah

Ingat saat kita melihat bulan
Ingat pula saat kita melihat langit
Atau ingatlah saat kita menginjak bumi
Tegak
Tegak
Tegak

Luruskan pandanganmu
Luruskan hatimu
Biarkan akal yang membimbingmu
Biarkan penyesalan hanya disisiku
Kau tegaklah
Tegaklah
Tegaklah

Laki-laki itu mendahuluiku
Mengangkat kepalanya
Menetapkan tubuhnya
Memastikan langkahnya
Membicarakan kata
Tegaklah
Tegaklah
Tegaklah

Aku melihat punggung laki-laki itu
Yang kadang tak aku sadari
Tapi selalu jadi tempat aku menaruh kepalaku
Punggung laki-laki itu
Cerminan hatiku

No comments:

Post a Comment